๏ปฟPENENTU KUALITAS HARI ANDA

๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ

CAHAYA FAJAR


oleh | Akhmad Muwafik Saleh

Kehidupan manusia sejatinya merupakan sebuah peristiwa yang berulang dan akan terus berulang dalam setiap masanya dengan sedikit perubahan dari para pelaku yang melakoninya sehingga menjadi sebuah pola yang dapat dipelajari, bahwa sebuah keberhasilan ataupun kegagalan tidaklah hadir dengan tiba-tiba, melainkan memiliki sebuah pola rasional yang sistemik dan terukur yang didapat dari berbagai peristiwa yang pernah berlalu. Pola itu menyatakan bahwa untuk menggapai keberhasilan bermula dari cara pikir positif dan tindakan konkrit yang dibentuk secara membudaya pada saat seseorang memulai hari-harinya di waktu pagi sehingga menjadikan hari atau waktu yang dilaluinya memiliki nilai kualitas dan berujung pada keberhasilan di akhir langkah, sebagaimana telah dilalui oleh banyak orang yang telah berhasil.

Langkah menuju keberhasilan itu kemudian membentuk pola yang dapat dideskripsikan dengan jelas bahwa keberhasilan adalah hasil dari keterpaduan antara keyakinan dan kesungguhan serta kesediaan menjalani proses dengan baik bahwa keberhasilan tidaklah akan mengkhianati proses. Keyakinan adalah modal dasar yang ada di awal tindakan. Sementara keberhasilan adalah bukti nyata di akhir langkah.

Mengadopsi dari dasar pemikiran pada teori kurva daya ingat yang menyatakan bahwa sesi awal dan sesi akhir adalah dua suasana realitas yang paling mudah diingat oleh seseorang. Dengan kata lain bahwa keberhasilan seseorang ditentukan oleh kedua faktor suasana ini, yaitu awal langkah dan akhir langkah. Dalam sudut pandang ini maka niat yang terletak di awal langkah menjadi modal utama bagi keberhasilan pada langkah-langkah selanjutnya, kemudian titik akhir adalah gambaran dari seluruh rangkaian proses yang telah dilalui sekaligus penentu keberhasilan pada langkah tahap selanjutnya. Berkenaan dengan hal ini Rasulullah saw bersabda :

ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุงู„ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ู ุจูุงู„ู’ุฎูŽูˆูŽุงุชููŠู…ู

โ€œSesungguhnya setiap amalan tergantung pada akhirnya.โ€ (HR. Bukhari)

Untuk itulah seseorang yang menginginkan akhir langkahnya baik maka perhatikan apa yang dilakukannya di awal langkah. Karena itulah Rasulullah.saw menegaskan bahwa barang siapa yang di dalam mengawali pagi harinya cenderung lebih memikirkan dunia dengan meninggalkan orientasi akhirat maka Allah swt akan menjadikan dunianya semakin menghimpit dirinya.

ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉู ู†ููŠู‘ูŽุชูŽู‡ู ุฌูŽุนูŽู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุบูู†ูŽุงู‡ู ูููŠ ู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ู ูˆูŽุฌูŽู…ูŽุนูŽ ู„ูŽู‡ู ุดูŽู…ู’ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽุชูŽุชู’ู‡ู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽู‡ููŠูŽ ุฑูŽุงุบูู…ูŽุฉูŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ู†ููŠู‘ูŽุชูŽู‡ู ููŽุฑู‘ูŽู‚ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุดูŽู…ู’ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฌูŽุนูŽู„ูŽ ููŽู‚ู’ุฑูŽู‡ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุนูŽูŠู’ู†ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฃู’ุชูู‡ู ู…ูู†ู’ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุฅูู„ู‘ูŽุง ู…ูŽุง ู‚ูุฏู‘ูุฑูŽ ู„ูŽู‡ู

Dan barangsiapa yang akhirat sebagai tujuannya, Allah memberinya rasa cukup dalam hatinya, dan Ia akan mengumpulkan dunia untuknya, serta dunia akan mendatanginya dengan keinginan yang sangat besar. Sebaliknya barangsiapa yang dunia menjadi tujuannya, Allah akan memisahkan apa yang dikumpulkannya dari dirinya, dan menjadikan kefakiran ada di depan kedua matanya (sangat dekat dengannya), dan dunia tidak menghampirinya kecuali bagian yang telah ditetapkan untuknya (HR. ad darimi)

Sementara dalam hadits dari jalur yang lain disebutkan :

ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽุชู ุงู„ุขุฎูุฑูŽุฉู ู‡ูŽู…ู‘ูŽู‡ู ุฌูŽุนูŽู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุบูู†ูŽุงู‡ู ููู‰ ู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ู ูˆูŽุฌูŽู…ูŽุนูŽ ู„ูŽู‡ู ุดูŽู…ู’ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽุชูŽุชู’ู‡ู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽู‡ูู‰ูŽ ุฑูŽุงุบูู…ูŽุฉูŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽุชู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ู‡ูŽู…ู‘ูŽู‡ู ุฌูŽุนูŽู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ููŽู‚ู’ุฑูŽู‡ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุนูŽูŠู’ู†ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽููŽุฑู‘ูŽู‚ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุดูŽู…ู’ู„ูŽู‡ูŽ ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฃู’ุชูู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุฅูู„ุงู‘ูŽ ู…ูŽุง ูƒุชุจ ุงู„ู„ู‡ ู„ู‡

“Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai akhirat, maka Allah akan memberikan kecukupan dalam hatinya, Dia akan menyatukan keinginannya yang tercerai berai, dunia pun akan dia peroleh dan tunduk hina padanya. Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai dunia, maka Allah akan menjadikan dia tidak pernah merasa cukup, akan mencerai beraikan keinginannya, dunia pun tidak dia peroleh kecuali yang telah ditetapkan baginya.โ€ (HR. Tirmidzi)

Bahkan apabila seseorang dalam memulai hari di pagi harinya lebih memperdulikan dunia dan menyepelekan akhirat maka Allah akan menimpakan pada dirinya berbagai persoalan hidup yang akan menjadikan dunianya semakin menghimpit.

  ู…ู† ุงุตุจุญ ูˆุงู„ุฏู†ูŠุง ุงูƒุจุฑ ู‡ู…ู‡ ูู„ูŠุณ ู…ู† ุงู„ู„ู‡ ูู‰ ุดูŠุก ูˆุงู„ุฒู… ุงู„ู„ู‡ ู‚ู„ุจู‡ ุงุฑุจุน ุฎุตุงู„ : ู‡ู…ุง ู„ุง ูŠู†ู‚ุทุน ุนู†ู‡ ุงุจุฏุง ูˆุดุบู„ุง ู„ุง ูŠูุฑุบ ู…ู†ู‡ ูˆูู‚ุฑุง ู„ุง ูŠุจู„ุบ ุบู†ุงู‡ ุงุจุฏุง ูˆุงู…ู„ุง ู„ุง ูŠุจู„ุบ ู…ู†ุชู‡ุงู‡ ุงุจุฏุง (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุทุจุฑุงู‰) “

Barangsiapa yang menjadikan dunia ini sebagai pokok perhatiannya, maka ia tidak ada artinya bagi Allah, dan Allah akan menetapkan dalam hatinya 4 hal : kesusahan yang tak pernah berhenti, kesibukan yang tak pernah kosong, kefakiran yang tidak akan pernah merasa kaya dan cita2 yang tidak akan kesampaian selamanya (HR. At Thabrani)

Hadits diatas memberikan sebuah pengertian bahwa kualitas hari-hari yang akan dilalui seseorang sangat ditentukan oleh kualitas orientasi perasaan dan pikiran dalam dirinya di dalam memulai hari di setiap pagi harinya yang kemudian terformulasikan menjadi niat untuk melakukan kebaikan dan produktifitas.

Sederhananya, tatkala kita membuka mata pertama kali saat bangun dari tidur, kira-kira apakah yang pertama kali terlintas dalam pikiran kita? Apakah niat kuat untuk langsung beribadah dan mendekat kepada Allah ataukah sejumlah persoalan hidup yang sedang dihadapi (seperti tanggungan pekerjaan, hutang yang belum terbayar, atau persoalan duniawi lainnya) ?. Jika yang terlintas kuat adalah keinginan untuk taqarrub pada Allah maka Allah akan mencukupi segala kebutuhan hidup kita. Namun sebaliknya jika perhatian pertama yang muncul dalam pikiran adalah urusan duniawi maka bersiap-siaplah bahwa persoalan hidup akan terus menghantui dan menakut-nakuti diri kita.

Sehingga setiap di pagi hari haruslah diisi dengan niat untuk mewujudkan kebaikan dalam pikiran sebagai awal mula langkah agar hari-hari kita akan dipenuhi oleh tindakan kebaikan. Niat yang berfokus pada kebaikan disaat memulai pagi inilah yang akan menentukan kualitas hari-hari yang akan dilalui.

Disinilah kita perlu mengkonstruksi diri kita setiap harinya dengan pikiran positif melalui
niat kebaikan serta ibadah kepada Allah agar nantinya mampu menggerakkan tindakan yang positif pula. Mulailah semuanya dari pikiran dan perasaan maka raihlah kebaikan dari setiap hari kita dan semoga berujung pada akhir yang baik pula. Karena langkah akhir kehidupan sejatinya adalah hasil akumulasi tindakan yang dibiasakan selama hidup kita. Semoga kita diakhirkan dalam keadaan yang terbaik, husnul khatimah sebagai tanda kebahagiaan dan kemuliaan kelak di Akhirat.


by : Akhmad Muwafik Saleh. 04.02.2021

๐Ÿ€๐ŸŒผ๐ŸŒนโ˜˜๐ŸŒท๐Ÿƒ๐Ÿ‚โค๐ŸŒผโ˜˜

*Pengasuh Pesantren Mahasiswa Tanwir al Afkar, Dosen FISIP UB, Motivator Nasional, Penulis Buku Produktif, Sekretaris KDK MUI Provinsi Jawa Timur

Klik web kami :
www.insandinami.com

๐Ÿ™ AYO SHARE DAN VIRALKAN KEBAIKAN

  • tags

Related Posts

Got Something To Say:

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*