MEMULAI HARI DENGAN KEBAIKAN

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿

CAHAYA FAJAR


Oleh : Akhmad Muwafik Saleh

Salah satu doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw dalam memulai pagi di setiap hari yang akan kita lalui adalah berdoa meminta kebaikan kepada Allah swt agar dapat menjalani hari pada saat itu dengan kebaikan serta mendapatkan banyak kebaikan. Dalam sebuah riwayat disebutkan :

قَالَ أَبُو دَاوُدَ وَبِهَذَا الإِسْنَادِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ إِذَا أَصْبَحَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذَا الْيَوْمِ فَتْحَهُ وَنَصْرَهُ وَنُورَهُ وَبَرَكَتَهُ وَهُدَاهُ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيهِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ ثُمَّ إِذَا أَمْسَى فَلْيَقُلْ مِثْلَ ذَلِكَ

Berkata Abu Daud dalam sanadnya , sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: “apabila salah seorang dari kalian telah masuk waktu pagi, maka ucapkanlah, ”Kami masuk pagi, sedang kerajaan hanya milik Allah, Tuhan seru sekalian alam. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu agar memperoleh kebaikan, pembuka (rahmat), pertolongan, cahaya, berkah dan petunjuk di hari ini. Aku berlindung kpadaMu dari kejelekan apa yang ada di dalamnya dan kejahatan sesudahnya.” kemudian apabila masuk waktu sore ucapkan pula seperti itu”.

Doa ini mengajarkan pada kita bahwa setiap muslim haruslah menjalani hari dengan kebaikan, membiasakan hal-hal baik dalam memulai hari serta saat menjalaninya. Doa adalah sebuah harapan yang tidak hanya berupa sebuah keinginan namun haruslah mampu menggerakkan sebuah tindakan. Berharap mendapatkan kebaikan pada hari yang akan dilalui tentu harus bermula dari cara pandang dalam dirinya tentang arti penting sebuah waktu. Seseorang yang menganggap bahwa waktu adalah sesuatu yang bersifat tamanniy yaitu tidak akan bisa berulang kembali, sehingga harus dikelola dengan baik, seoptimal mungkin untuk menghasilkan kebaikan dan kemanfaatan bagi dirinya, sesama dan lingkungan sekitar. Sebagaimana diamanahkan oleh Allah swt di dalam Al quran surat Al Ashr.

Realitas kebaikan yang akan tercipta adalah hasil dari konstruksi cara pandang, perasaan, pemikiran serta implementasi tindakan nyata. Konsekwensi dari cara pandang khususnya terhadap waktu tersebut berdampak pada bagaimana seseorang dalam mengelola waktu dengan mengefektifkan berbagai aktifitas harian, mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali. Seseorang yang menginginkan hidupnya berlimpah kebaikan dalam hari-hari yang akan dilalui tentu harus dimulai dari cara pandang bahwa waktu adalah sesuatu yang sangat berharga dan tidak akan kembali. Mengingat pentingnya waktu sehingga Allah swt banyak menggunakan terminologi waktu dengan segala derivasinya sebagai kalimat sumpah (qosam) dalam Alquran, seperti wal ashri, wa ad-dhuha, wa asy syamsi, wa al qomari, wa al laili, dsb. Hal ini memberikan sebuah kesan penting bagi setiap muslim untuk mengelola waktunya dengan baik demi kemanfaatan dan mewujudkan kebaikan.

Konstruksi perasaan berupa rasa tenang dan bahagia adalah modal dasar dalam memperoleh dan mewujudkan kebaikan dari hari-hari yang akan dilalui. Membangun perasaan ini secara terang benderang telah diajarkan oleh Islam agar seorang muslim dapat memperolehnya dengan mudah, yaitu antara lain dengan membiasakan diri melaksanakan ibadah di malam hari (qiyamullail) dan juga banyak berdzikir kepada Allah swt. Sebagaimana disebutkan dalam alquran bahwa seseorang yang melaksanakan qiyamullail akan mendapatkan maqaaman mahmudan atau tempat yang terpuji. Serta disebutkan dalam sebuah hadist :
“Hendaklah kalian menunaikan qiyamul lail, karena ia merupakan kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian. Ia juga bisa mendekatkan kalian pada Rabb kalian, pelebur kesalahan, penghalang dari dosa, dan pengikis penyakit dari tubuh.” (HR Ahmad dan Tirmidzi).

Seseorang yang tidak terbebani oleh dosa serta bertubuh sehat tentu akan merasakan ketenangan dan kebahagiaan dalam hidupnya. Demikian pula dengan memperbanyak berdzikir dalam setiap memulai pagi ataupun petang, karena dengan berdzikir maka hati akan menjadi tenang. Dari sinilah kebaikan akan bermula dalam diri seseorang.

Seseorang dengan perasaan yang tenang dan bahagia tentu akan berpengaruh pada konstruksi berpikirnya sehingga menjadi lebih mudah dalam menemukan solusi atas berbagai persoalan hidup serta akan pula lahir ide-ide kreatif. Hal ini karena dalam dirinya merasa tidak ada yang menghalangi dalam pikirannya.

Bermula dari perasaan dan pikiran yang tenang dan bahagia itulah akan berdampak pada tindakan yang akan dilakukannya dalam dunia nyata. Karena memang sejatinya sebuah tindakan adalah buah dari pikiran dan perasaan. Kebahagiaan dalam perasaan dan pikiran akan memunculkan tindakan yang bahagia pula sehingga akan tampak selalu bersemangat, wajah berseri penuh senyuman (sumringah), penuh percaya diri. Dan inilah modal dasar dalam mencapai keberhasilan dalam hidup.

Seseorang yang membiasakan diri dengan kebaikan mulai dari pikiran dan perasaannya akan melahirkan pribadi-pribadi yang produktif yaitu pribadi yang selalu mengelola waktunya dengan baik untuk dipergunakan menghasilkan berbagai kebaikam dan kemanfaatan. Lahir pula pribadi kreatif dan inovatif yang selalu mampu memunculkan ide-ide baru yang selalu segar. Semua ini karena bermula dalam diri seseorang yang dalam setiap harinya berkomitmen melalui doanya untuk dapat memperoleh kebaikan dan menebarkan kebaikan bagi sesama. Mulailah hari dengan syukur dan ibadah kepada Allah swt serta dzikir mengingat Allah, karena sejatinya dzikir dan doa harian ibarat seseorang yang sedang menghidupkan mesin dirinya untuk memulai dan mengarungi hari dengan penuh energi kebaikan.


by : Akhmad Muwafik Saleh. 02.02.2021

🍀🌼🌹☘🌷🍃🍂❤🌼☘

*Pengasuh Pesantren Mahasiswa Tanwir al Afkar, Dosen FISIP UB, Motivator Nasional, Penulis Buku Produktif, Sekretaris KDK MUI Provinsi Jawa Timur

Klik web kami :
www.insandinami.com

🙏 AYO SHARE DAN VIRALKAN KEBAIKAN

  • tags

Related Posts

Got Something To Say:

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*